Minggu, 20 September 2015

Pengaruh Hp Terhadap Remaja


                                     Pengaruh Hp Terhadap Remaja

Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Lahirnya dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatan yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman, sehingga terjadi pengalihan funngsi teknologi. Contohnya pada salah satu fasilitas canggih pada masa ini yang akan dibahas yaitu mengenai telepon genggam yang lebih dikenal dengan hand phone.
Beberapa tahun yang lalu hand phone hanya dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-benar membutuhkan ini untuk kelancaran pekerjaannya. Seiring berjalannya waktu hand phone bisa dimiliki oleh semua kalangan, baik yang membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan. Karena hand phone memiliki beberapa fungsi selain untuk nelepon atau hanya sekedar berkirim pesan singkat (sms). Handphone kini bukan sekedar alat komunikasi, namun juga sebagai gaya hidup, penampilan, tern dan prestise.
Di kalangan remaja menggunakan handpone sebagai alat ulti fungsi. Karena multifungsi tersebut para siswa dapat menggunakan secara positif dan negatif tergantung dari setiap individu.
A.    Sejarah handphone
Sejarah ponsel atau yang telah dikenal dengan nama handphone tidak bisa dilepaskan dari sejarah telepon. Ada beberapa orang yang berjasa menemukan telepon/ponsel yang bernama Alexander Graham Bell, seorang guru sekolah tuna rungu di Amerika Serikat yang paling terkenal. Awalnya Alexander Garam Bell mengadakan percobaan-percobaan dengan mesin telegraf, setelah bekerja bertahun-tahun, pada tanggal 10 Maret 1876 Alexander Graham Bell mengadakan pembicaraan telepon pertama di dunia.
Tidak lama setelah ditemukan, pengguna teleponpun meluas lebih dari 50 ribu telepon terpasang di rumah-rumah penduduk hanya dalam waktu lima tahun. Dari Amerika Serikat, telepon kemudian menyebar ke seluruh dunia. Sejak saat itu, umat manusia bisa saling berbicara meskipun terpisah oleh lautan danbenua.
Handphone atau bisa disebut juga telepon genggam merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konversional saluran tetap namun dapat dibawa kemana-mana (portable).
 
B.     Definisi handphone
Telepon genggam atau handphone adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line sehingga konversional namun dapat dibawa kemana-mana (portable) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel
C.    Peranan handphone terhadap kehidupan remaja/siswa
Begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang dianut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Kemajuan teknologi seperti televisi, dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah diakses oleh siswa. Dan diakui atau tidak, perlahan-lahan mulai merubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakatkhususnya remaja dan siswa di pedesaan  dan segala image yang menjadi ciri khas mereka.
Dampak yang positif dan negatif terhadap kehidupan masyarakt terutama siswa remaja yang selalu tertarik pada hal-hal baru, sedang dari segi psikologis, kondisi kejiwaan mereka merupakan usia yang paling rawan terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.
Saat ini dapat kita lihat betapa kemajuan teknologi telah merubah gaya hidup dan pola pikir siswa remaja. Mereka banyak berinteraksi dengan teknologi seperti televisi, handphone, ataupun internet. Dan juga secara pengaruh, merekalah yang paling rentan terkena pengaruh/dampak negatif dari teknologi tersebut. Kalau dulu kita lihat para siswa bersekolah dengan hanya membawa buku-buku pelajaran ataupun alat tulis, kini dapat kita saksikan para siswa berangkat sekolah dengan handphone sebagai bawaan wajib mereka.
Entah sebetulnya mereka memerlukan handphone tersebut sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi siswa atau remaja handphone merupakan sarana gaul yang mutlak yang mereka miliki. Semakin bagus handphone yang mereka miliki, semakin merasa gaul dan percaya diri.
Darimana para siswa/remaja memperoleh handphone tersebut ? mereka memperolehnya dari orang tuanya masing-masing. Dan umumnya orang tua itu merasa bangga bisa memenuhi segala kebutuhan dan permintaan anaknya tanpa mereka memperhatikan dampak yang akan timbul dari apa yang mereka para orang tua berikan pada anak.
Itulah ungkapan kasih sayang orang tua yang mungkin cara penyampaiannya kurang tepat, dengan memberikan alat komunikasi seperti handphone. Mungkin orang tua berharap bisa berkomunikasi dengan anak lebih mudah dan lancar. Akan tetapi, hal tersebut menjadi bumerang ketika ternyata handphone tersebut disalahgunakan oleh anak untuk hal-hal yang negarif seperti menyimpan foto-foto atau vidio porno dan juga digunakan untuk memperlancarkan komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti pacaran. Sehingga handphone tersebut berdampak negatif pada siswa, seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah, dan menurunnya prestasi belajar, bahkan juga bisa terjadi anak mengambil uang atau barang berharga milik orang tuanya tanpa ijin untuk membeli pulsa.
Karena itu, orang tua hendaknya benar-benar mempertimbangkan matang-matang segala dampak yang akan timbul sebelum memutuskan untuk memberikan handphone atau benda-benda yang sekiranya berdampak negatif terhadap perkembangan anaknya yang sudah memasuki tahap remaja.
Siswa yang memasuki masa remaja adalah masa pencarian jati diri dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu siswa tersebut melalui jalan yang benar atau jalan yang salah.
D.    Fakta sikap siswa yang menggunakan handphone
Berikut merupakan  tindakan remaja khususnya siswa yang sering ditemukan :
1.         Banyak remaja yang mempunyai handphone, waktu luangnya banyak tersita hanya untuk smsan atau nelepon.
2.         Ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung di kelas, siswa memilih sibuk dengan handphone mereka.
3.         Sebagian siswa yang yang menggunakan alat komunikasi tersebut untuk saling berkomunikasi ketika saat ulangan.
4.         Banyak siswa yang menyimpan hal-hal yang berbau ponoaksi dan pornografi.
5.         Siswa tidak gagap teknologi, siswa dapat mengikuti perkembangan era teknologisasi dan siswa dapat lebih produktif, efektif, efesien dalam waktu, energi dan biaya, karena adanya alat komunikasi memudahkan urusannya.
6.         Remaja atau siswa dapat mencari materi dengan search lewat handphone meskipun berada dalam lingkungan kelas saat jam pelajaran tanpa laboratorium TIK.
E.     Tindakan siswa untuk menghindari penyalahgunaan handphone
Tindakan yang seharusnya dilakukan setiap siswa untuk menghindari penyalahgunaan handphone yaitu :
1.         Menolak ajakan teman untuk menyimpan atau melihat hal-hal yang menyangkut pornoaksi dan pornografi.
2.         Tidak membawa handphone ke sekolah atau mematikan handphone saat pelajaran berlangsung agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
3.         Ketika berada di rumah sebaiknya mengatur waktun sebaik-baiknya antara belajar dan menggunakan handphone.
4.         Belajar sebaik mungkin agar tidak menggunakan handphone saat ujian.
5.         Menghindari situs-situs atau mendownload konten porno dari handphone.
6.         Menggunakan handphone jika diperlukan dan untuk hal-hal yang peeenting saja.
7.         Memperbanyak konten-konten realigi pada handphone.
 

F.     Dampak positif
1.      Mempermudah komunikasi, contohnya untuk mempermudah menjalin silaturahmi melalui pesan dan telepon,
2.      Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi, contoh untuk berinternet mencari informasi,
3.      Membantu proses pembelajaran dan sebagai sarana hiburan (permainan, vidio, audio)
G.    Dampak nagatif
1.         Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran merupakan bukti bahwa Hp mudah mengalihkan perhatian siswa terhadap pelajaran.
2.         Mengganggu perkembangan anak
a.       Fitur-fitur yang tersedia di HP seperti; game, kamera, gambar, dan fasilitas yang lain mudah mengalihkan perhatian siswa dalam menerima pelajaran di sekolah (kelas).
b.      Siswa disibukan dengan menerima/memnagging panggilan, sms, miscall, dari teman bahkan dari keluarga mereka sendiri.
c.       Lebih parah lagi dengan HP dapat melakukan kecurangan dalam ulangan.
d.      Dengan HP peserta didik mudah mengirim dan menerima baik tulisan maupun gambar yang tidak senonoh, dan tidak selayaknya di konsumsi pelajar tingkat SMP. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka peserta didik akan dewasa sebelum waktunya. Dan peserta didik yang kita hadapi merupakan peserta didik yang taat dan patuh pada permainan teknologi HP.
3.         Efek radiasi
Selain kontroversi seputar dampak negatif penggunaya, penggunaan HP juga berakibat buruk bagi kesehatan dan perkembangan anak. Aktifitas bermain dan berolahraga digantikan dengan aktifitas duduk dan tersenyum-senyum, maka ada baiknya juga orang tua lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menyetujui anaknya menggunakan handphone, khususnya bagi pelajar yang masih anak-anak, jangan dulu diberi kesempatan menggunakan HP secarapermanen.
4.         Rawan terhadap tindak kejahatan
Tidak jarang orang yang membawa HP menjadi salah satu target utama dari penjahat.
5.         Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa
Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua, HP bisa untuk menayangkan gambar-gambar yang berbau porno yang sama sekali tidak layak dikonsumsi oleh pelajar
6.         Pemborosan yang sia-sia
Dengan mempunyai handphone tidak seperlunya, maka pengeluaran akan jelas bertambah. Anak tidak mempunyai buku dengan alasan tidak punya uang, tetapi di balik itu kalau urusan tidak “punya pulsa” tidak ada kata tidak punya uang.
Moch. Agung Afriliansyah Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.